Sakit ini bener-bener memutuskan daya kreatifitas dan produktifitasku. Padahal hari Jum'at (14/1) udah berencana buat pergi liputan deklarasi Nasional Demokrat di Pangeran Beach Hotel bareng Arya dan sorenya mau ikut rapat evaluasi di Pronews FM. Eh, pas mau mandi, sakitku kambuh. Pinggangku sakit banget, sampai harus dibawa ke UGD RSI Ibnu Sina.
Dokternya bilang, aku sebaiknya dikasih obat lagi aja untuk yang terakhir kali. Dengan artian, kalau sakitku nggak juga sembuh, aku diusulkan untuk bedah saluran kencing. Ampun, mendengar kata bedah aja, aku udah gemeteran, apalagi bedah saluran kencing.
Sekalian, posting ini sebagai perwakilan maafku buat temen-temen karena aku nggak datang di rapat evaluasi kemarin. Semoga Mbak Icha maklum.
Sampai pada hari ini, aku masih belum bisa ngapa-ngapain selain berbaring dirumah. Dan jalan satu-satunya agar tetap menjadi "manusia" adalah dengan menjelajahi dunia maya. Salah satu cara berinteraksi terampuh selain bertemu di dunia nyata.
ini foto kamarku saat ini
Barusan aku dapet sms dari Yori. Dia bilang, sakit itu bisa menghapus dosa. Aku jadi kepikiran dengan hal itu. Berarti selama ini aku banyak banget bikin dosa, sampai tuhan harus menghukumku dengan sakit parah begini. Tapi, ya sudahlah, jalan satu-satunya ya rajin minum obat dan mohon pada tuhan agar aku diampuni (disembuhkan).
Berkenaan dengan sakit, barusan aku juga dapet
link tentang analisa keaslian surat FIFA kepada PSSI. Banyak yang menilai, surat tersebut cuma akal-akalan PSSI aja supaya mendapat "kekuasaaan" untuk menghapuskan LPI. Kalau analisa ini bener, PSSI ini udah
sakit jiwa kali ya? apa mereka fikir orang Indonesia ini pada bodoh semua, sampai mau-maunya dikibulin dengan surat yang dibikin pake google translate?