
Salju Tak Turun di Gurun, Sayang
Maka tertatih kuseret jenjang rapuh
Kupintal bola kecil dari ujung-ujung cahaya yang bisa kurengkuh
“Tak cukup hangat” begitu katamu sedang peluh beraliran di wajahku
Dan ke gurun aku mengemis panas pada pasir yang berlarian ditiup angin
“Berikan aku panas, untuk matahariku” sepunggung pinta kupohonkan
Butir demi butir kudatangi, lalu ku kembali
“Sekarang bawakan aku salju gurun” ucapmu
Aku tak berkata apa-apa, pun aku tak pernah bisa berkata
Kau tertawa dalam diamku, tak kutahu mengapa
“Salju tak turun di gurun, sayang” sambungmu lagi sembari kau cium bibirku
Lalu masuk aku kedalam labirin warna, berputar-putar, berlari di atas jembatan
“Salju memang tak turun digurun, sayang” aku bergumam
Dan kau tahu itu!
Patenggangan, 07 Maret 2008
No comments:
Post a Comment