Thursday, January 20, 2011

Proyek Jalan 1000 Langkah Part II

Ini udah dua hari yang lalu sebenernya. Aku udah konsisten untuk melanjutkan proyek pribadiku, yaitu jalan 1000 langkah dari rumah. Meski kadang cuma jalan doang, tanpa bisa motret sesuatu yang menarik.. :D

Berhubung sore itu aku lagi di rumah uni-nya Yori di Belimbing, jadi jalan 1000 langkahnya dimulainya dari sana. Nggak beberapa jauh dari rumah, kami (aku dan Yori) nemu pemandangan bagus. Sawah yang sekalian ada ladang jagungnya.





Wednesday, January 19, 2011

Pseudo-Enhaii

Tadi sore kebetulan lewat didepan sebuah tempat makan yang baru buka di sekitaran Jl Raya Siteba menuju By Pass. Awalnya sih tertarik karena ada tulisan Soerabi-nya. Jadi inget Soerabi Enhaii yang rame banget di dekat GOR Agus Salim. Ternyata bukan enhaii, tapi anhaii.. :)

 

Menunya cukup unik. Selain berbagai macam soerabi, juga ada "nasi goreng melayu", "ayam goreng Djakarta", dan "bubur ayam Bandung". Nggak tau kenapa menunya make nama kota dan etnis begitu. Ini Nasi goreng Melayu + Ayam Goreng Djakarta.



Rasanya 7+ deh. Harga lumayan murah, untuk seporsi nasi goreng+ayam goreng cuma Rp. 12.000. Bubur ayamnya Rp. 8.000 seporsi. Worth to try. :)

Foto Narsis:

Tuesday, January 18, 2011

Couple




   Indahnya kebersamaan...





































Kisi-kisi

 




Kisi-kisi dalam KBBI bermakna celah; ganggang. Bukankah setiap kita juga membutuhkan celah?

Saturday, January 15, 2011

Gerakan Jalan Seribu Langkah

Sore ini, aku mencoba keluar dari kamar. Aku terinspirasi dengan SMS Yori yang menyarankan untuk berjalan kaki seribu langkah dari rumah. Meski dengan sedikit cemas kalau ada apa-apa, akhirnya aku memberanikan diri untuk mencoba.  

It was awesome!

Walaupun terasa pegal karena udah nggak terbiasa jalan kaki. Semuanya bisa kunikmati. Rute hari ini adalah jembatan baru yang menghubungkan Berok dengan Lapai. Rute yang tidak terlalu jauh, mengingat kondisiku yang belum memungkinkan untuk bercapek-capek ria.

Gerakan jalan seribu langkah ini adalah upaya untuk membakar lemak dalam tubuhku. Sejak aku dititipi motor oleh orangtua, aku tidak pernah lagi menjajal fungsi kakiku dengan maksimal. Harapannya, dengan jalan seribu langkah per hari ini, aku bisa mengontrol lemak dalam tubuh sehingga penyakitpun tidak lagi mudah menghampiri.

Berikut adalah foto-foto yang kuambil ketika berjalan ke arah Siteba dan berhenti di jembatan baru.






dan ini adalah foto favoritku yang kuambil menjelang magrib.

Aku, Sakit, dan PSSI

Sakit ini bener-bener memutuskan daya kreatifitas dan produktifitasku. Padahal hari Jum'at (14/1) udah berencana buat pergi liputan deklarasi Nasional Demokrat di Pangeran Beach Hotel bareng Arya dan sorenya mau ikut rapat evaluasi di Pronews FM. Eh, pas mau mandi, sakitku kambuh. Pinggangku sakit banget, sampai harus dibawa ke UGD RSI Ibnu Sina.

Dokternya bilang, aku sebaiknya dikasih obat lagi aja untuk yang terakhir kali. Dengan artian, kalau sakitku nggak juga sembuh, aku diusulkan untuk bedah saluran kencing. Ampun, mendengar kata bedah aja, aku udah gemeteran, apalagi bedah saluran kencing.

Sekalian, posting ini sebagai perwakilan maafku buat temen-temen karena aku nggak datang di rapat evaluasi kemarin. Semoga Mbak Icha maklum.

Sampai pada hari ini, aku masih belum bisa ngapa-ngapain selain berbaring dirumah. Dan jalan satu-satunya agar tetap menjadi "manusia" adalah dengan menjelajahi dunia maya. Salah satu cara berinteraksi terampuh selain bertemu di dunia nyata.



ini foto kamarku saat ini

Barusan aku dapet sms dari Yori. Dia bilang, sakit itu bisa menghapus dosa. Aku jadi kepikiran dengan hal itu. Berarti selama ini aku banyak banget bikin dosa, sampai tuhan harus menghukumku dengan sakit parah begini. Tapi, ya sudahlah, jalan satu-satunya ya rajin minum obat dan mohon pada tuhan agar aku diampuni (disembuhkan).

Berkenaan dengan sakit, barusan aku juga dapet link tentang analisa keaslian surat FIFA kepada PSSI. Banyak yang menilai, surat tersebut cuma akal-akalan PSSI aja supaya mendapat "kekuasaaan" untuk menghapuskan LPI. Kalau analisa ini bener, PSSI ini udah sakit jiwa kali ya? apa mereka fikir orang Indonesia ini pada bodoh semua, sampai mau-maunya dikibulin dengan surat yang dibikin pake google translate?

Thursday, January 13, 2011

Salah Satu Sudut Bendungan Batang Pangean

Kembali lagi ke foto..

Foto ini diambil di salah satu sudut bendungan batang Pangean atau ada juga yang menyebutnya dengan Danau Buatan Pauh. Waktu itu, niatnya cuma pengen jalan-jalan sambil bawa kamera bareng temen. Eh, ternyata ada satu spot yang framingnya bagus. Jadilah foto ini.

Tadaaaaa...


Lain kali akan saya upload foto lain dengan lokasi yang sama.

Wednesday, January 12, 2011

My Cute Sister

Masih bingung nih, bagusnya ukuran segini atau kayak foto nenek kemarin ya?

Ini foto adik saya yang paling bontot. Sekarang masih kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Negeri di kampungku. Tiap kali pulang kampung, badannya makin melar. Hahaha, apa bedanya dengan abangnya coba?

Nenekku yang Ekspresif

Sebenernya udah lama pengen entry baru lagi, tapi masih mencoba berdamai dengan koneksi internet dengan modem CDMA yang agak lola.

Jalan-jalan ke blognya Om, Mas, Pak Budi Rahardjo, eh saya keinget lagi dengan album Picasa. Dulu sering upload foto waktu masih kerja di arche Nova, NGO Jerman yang akhirnya mengukuhkan pijakan kakinya di bumi Agam, Sumatera Barat. Kepikiran lagi buat bikin akun baru.

Dan inilah foto yang saya upload via Picasa. Lebih simple, dan nggak pake lama. Syaratnya cuma harus punya program Picasa di laptop. Hehe

Inilah dia foto nenekku. Diambil ketika saya harus pulang berobat setelah didiagnosa terkena penyakit ginjal oleh dokter. Cukup ekspresif ya?

Wednesday, December 29, 2010

Spiderman




Ternyata saya juga masuk jajaran superhero. Buktinya, saya bisa berdampingan dengan Peter Parker.. Hehehe

Nb: Klik foto untuk lebih jelas

Sunday, December 26, 2010

Foto Belanti Pagi Ini


Mesjid di depan studio Pronews, difoto dari balik pagar.

Hoaaaaahhhhmmm, parah nih insomnia.
Jam segini, baru ngantuk.

Saturday, December 25, 2010

Tidur Mereka



Wkwkwk... Oleh-oleh iseng pagi tadi.
Mata belum ngantuk, liat anak-anak dengan pose-posenya yang ajaib.


Nb: Muka sengaja disamarkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. E.g kehilangan fans. Hahahahaha

The Inspirational Dee

Well, post ini dibuat dalam keadaan "kepala penuh". Penuh dalam artian butuh sesuatu untuk menampungnya. Penuh diisi oleh kalimat-kalimat ajaib yang lahir dari jari tangan seorang Dewi Lestari, dan dirumahkan di blognya. Kalimat yang saking ajaibnya, membuat saya berfikir bahwa ia sebenarnya bukan manusia, tapi "entah apa" yang dititipkan tuhan kedunia ini untuk memberikan semacam pencerahan.

Ya, saya memang seorang penggemar berat tulisan Dewi Lestari. Pertama sekali saya mengenal namanya adalah pada saat pertemuan saya dengan sebuah novel lecek yang saya rental di dekat kampus FBSS UNP (belum FBS seperti sekarang), mungkin pada semester 3 atau 4 perkuliahan awal. Novel itu berjudul besar: SUPERNOVA, dengan tulisan kecil "Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh". Sebuah judul yang sangat komikal. Saya belum tahu dengan nama Dewi Lestari kala itu, tapi entah kenapa (saya sendiri lupa) saya tertarik dan meminjam novel itu. Namun, keputusan itu adalah keputusan yang tidak akan pernah saya sesali sampai kapanpun. Sebab dengan novel itu saya menemukan magnet yang sangat kuat akan novel-novel lain yang diramu oleh Dewi Lestari (atau Dee saja). Saya jatuh cinta!

Sejak itulah, saya mencari kesana kemari novel-novel lainnya (yang masih dalam satu trilogi Supernova). Beruntung, saya tidak kesulitan dalam masa pencarian itu. Novel terakhir trilogi itupun (SUPERNOVA: Petir), saya baca dalam waktu singkat. Saya benar-benar terpikat dan merasa teradiksi dengan pilihan kata-katanya. 3 novel itu saja tidak cukup rasanya. Dasar manusia.

Dan begitulah! Saya pun mencari dan mencari (dalam proses pencarian inilah saya mengetahui kalau seorang Dee lebih dulu dikenal sebagai seorang penyanyi. Hehe) Hingga pencarian saya berujung pada sebuah blog. Dee-idea yang masih saya ikuti sampai sekarang.

Blog ini, kalau boleh dikatakan, berisikan tulisan-tulisan yang sangat menginspirasi, dan memberi asupan gizi pada jiwa. Dee bercerita tentang banyak hal: Film, Buku, Cinta, Hidup, Agama, Puisi, Infotainment, Hijau, dll. Semua dibahas dengan menarik oleh Dee. Setiap tulisannya sungguh cerdas dan berisi, dan membuat saya tidak bosan untuk mengulang membacanya lagi jika ada kesempatan.

Sekali lagi, Well.
Saya kehabisan kata-kata. Lagipula (sesuai dengan maksud awal saya menulis tulisan kacau ini) tulisan ini hanyalah sebuah upaya untuk sedikit membiarkan otak berbagi dengan jari tangan mengurangi "kepenuhan" yang ada di kepala. Dan tidak lupa, memberi tahu bagi yang belum tahu. Bahwa di dunia maya sana ada sebuah blog buah tulisan anak bangsa yang sangat menarik untuk dibaca, dipelajari, dan direnungkan.

Why don't give it a try? :)

Nb: Liat jam notebook saya, ternyata udah hampir subuh. Arrrrrrrggghhh, begadang lagi..

Friday, December 24, 2010

List rencana jalan-jalan

Horeee.. Yori bilang dia bakal ke Padang hari Selasa depan.

Hmmm, ayo bikin list tempat buat dikunjungi selama tamu agung ini di Padang.

1. Ke Q-te. Ngenet sambil makan nasi goreng dengan rasa pas-pasan. Tapi, jus sirsaknya uenak tenan. Kentang gorengnya juga... Hehehe
2. Jembatan Siti Nurbaya. Makan jagung??
3. Jalan-jalan ke Pariaman by train?
4. Mifan? Hmmm, liat modal dulu deh, udah akhir bulan... hehehehehe
5. Bungus? Hore, spot indah buat foto-foto....
6. Pecel ayam favorit di Tabing... :P

Ada tambahan lain?

Yah, semoga aja bakal berkesan... :D

Huaaaaaa... Temok Bana..!!!

Wekekekeke, jadi temanya kemaren saya foto-foto narsis bareng Elsy Maisani di studio Pronews.

Jadi inilah foto saya menjadi penyiar sehari.....



Huahahaha, ternyata masih tuemok bana... Perasaan, udah ngurangin makan jadi sekali sehari, makan Indomie sampai sakit pinggang (kata Yori)..

Harus ngapain lagi ya, biar bisa kurus??

Kangen Siti Nurbaya

Baru-baru ini, pergi ke daerah Kampung Cina atawa Pondok di salah satu sudut Kota Padang bersama Septri Lediana.

Awalnya sih cuma foto-foto di klenteng doang, tapi selanjutnya kita memutuskan untuk berfoto-foto di Muaro Batang Arau yang malah berakhir dengan acara makan jagung di Jembatan Siti Nurbaya.

Pas lagi makan, motret masih lanjut aja. Kalau di Padang, apalagi di Jembatan Siti Nurbaya ini, spot ini adalah spot sejuta umat, atawa udah banyak banget yang pernah nyobain spot ini untuk foto-foto.

Nuansanya masih agak oldies gitu, meski ada kapal pesiarnya nongol... hehehehehe..

Hasil jadinya kuedit sana-sini untuk menambah kesan oldiesnya. Jadilah foto Kangen Siti Nurbaya ini. Cekidooooooottt....

Monday, December 21, 2009

Pertemuan (?)

Puisi ini adalah hasil lomba menulis puisi dengan beberapa rekan: Andhika Maesa Putra, Septri Lediana dan Yulia Nengsih. Puisi tersebut harus mengandung kata-kata: daun, gelas, rokok, lilin dan beranda. Seharusnya puisi ini sudah diupload dalam waktu 24 jam, namun karena ada halangan yang tak bisa saya sebutkan disini, saya baru bisa mengupload jam 21.30.
Maaf...



Pertemuan (?)

Di beranda, kenangan saling himpit menghimpit,
mengaburkan derit pintu,
Tingkap dan gorden-gorden lusuh
Kaukah disana,
duduk menjalin sendu bersama lilin-lilin yang mejelma abu?

Mungkin…
Sebab, pada halus tanganmu, kau pernah tuliskan dongeng
Tentang gerimis yang mengembun diatas daun
tentang gelas-gelas bertatakan sakit yang menahun
atau bahkan juga tentang pelarian-pelarian kecil
Dimana aku dan kau selau jadi pemain
Tak pernah bersua

Hentilah,
tidak ada janji pada api ketika rokok menjelma asap abu-abu
tidak ada cerita baru
Hanya ada lelah yang berbentang jarak panjang

Aku takkan memulainya lagi
Tak juga menunggumu

Patenggangan, Juni 2009

Sepagi Idul Adha (aku rindu ibu...)

:Ihsan Yauma

Sepagi Idul Adha, kita mengetam kalimat-kalimat,
mendengar ketuk-ketuk papan tidur,
membaui masakan ibu,
membakar tembakau di kamar mandi (ah, kau selalu begitu),
sebelum akhirnya menuju kereta (sebelahnya kita menyimpan sepatu)

saat senja
kau mendayung sepeda tua,
aku duduk dibelakangnya
berencana menuju banda bakali
(yang akhirnya tak pernah kita temui),
menyambangi gadis tetangga
dan mendatangi surau mungil yang berjarak hanya lima kaki

"tidakkah kau rasa kini
betapa pahit sereguk ampas kopi?"


Az-zahra, Juni 2009

Rumah Harau



:Y.A

kau dan aku berjanji menyusur harau hingga lansau
ke batang tabik.
janji-janji yang mengalir
seumpama air ngalau sampai ke hilir
selembut syair-syair yang berkulum di bibir

"jemput aku" bisikmu di sela-sela waktu subuh
subuh-subuh yang menjelma rindu dan candu
yang dulu pernah membawa kita
sebelum tahajud menyuruh singgah berlama-lama
"kita akan segera pulang, sayang"

bersabarlah..

Patenggangan, Mei 2009

Hawa yang Menahan Hujan



di sana kau adalah Hawa yang ditinggal Adam
yang tidak pernah mempermasalahkan rusuk, juga asal-usul
"tidak ada yang dicuri" begitu katamu

namun kita benar-benar telah melewati musim
dan waktu yang berkelindan:

"hujan-hujan yang menggeram diantara semak yang temaram,
serta serantau kemarau yang menghirau
."


tak ada cerita tentang iblis, kala Adam menitip sebentuk tangis (juga risau)
tak ada cerita tentang apel maupun buah khuldi,
tertulis di riwayat kitab para nabi

giliranmu,
tulislah..

"akulah Hawa yang menahan hujan.."

Patenggangan, Mei 2009